Makrifat Shalat : Sujud

Standar

Di dalam tiap ibadah apapun dalam Islam pasti ada syarat Ibadah dan rukun ibadah,apapun ibadah itu ..

Dalam ‘kasus’ shalat,memang untuk fiqih lahiriah shalat pasti udh bnyak yg tau dan faham jg pandai,tp di sisi kefahaman dan kepandaian tersebut masih bnyak yg lalai akan shalatnya sehingga mengakibatkan (QS.Al-Ma’un (107):4-7) ..

Dalam kajian irfan sepengetahuan saya setiap ibadah mempunyai fiqih bathin atau fiqih irfani ,begitupun dalam shalat,kajian fiqih shalat bathini irfani menurut kajian saya :

Menurut buku daras fikih ,daras ke-37,hal.135,kewajiban2 shalat ialah :

1.Niat,
2.Takbiratul ihram,
3.Qiyam,
4.Qiraat,
5.Rukuk,
6.Sujud,
7.Zikir,
8.Tasyahud,
9.Salam,
10.Tertib,
11.Berkesinambungan.

Itulah kewajiban2 shalat menurut kajian fiqih , kajian bathini irfaninya adalah menguraikan makna hakikat yg terkandung dlm hal2 tersebut di atas,saya hanya akan menerangkan yg bagian sujud,anggota pertama saja,krn akan sangat panjang klw di bahas semuanya,krn sebenarnya klw kajian Irfan,itu harus bertatap muka langsung atau bertemu secara ragawi :

Sujud secara aturan fiqih adlh meletakan ke-7 anggota tubuh di atas permukaan tanah ,1.dahi,2 dan 3.dua telapak tangan, 4 dan 5.kedua ujung lutut ,6 dan 7.dua ujung ibu jari kaki.(Daras fikih,daras-42,hal.156),

Kajian bathini irfaninya :

1.Anggota pertama ‘Dahi’ melambangkan akal,ego,kehormatan,kewibawaan,dll. Maka dlm sujud semua hal2 yg di anggap sebagai lambang2 atau simbol2 kehormatan oleh manusia di letakkan di sejajarkan dgn tanah yaitu tempat kaki berpijak,perlambang ini mengajak manusia dalam sujudnya untuk ingat akan asal mula dirinya (QS.Ar-Rahman (55):14),dan akan mati di kubur di dalamnya(QS.Al-Mursalat (77):25-26) ,kmudian akan di bangkitkan darinya pula (QS.Al-Muthafifin(83):4-6),(QS.Al-Infithar (82):4-5) ,maka dalam sujudnya,si manusia di beri pelajaran bahwa seluruh kehormatan dirinya harus di tundukkan dan di sucikan oleh pengabdian kpd Allah yg di lambangkan dgn meletakkan dahi di atas permukaan (QS.Ar-Rahman(55):14) dan seluruh isi dr ‘kepala’ yg melambangkan kehormatan manusia disucikan,di berikan amanat,di tinggikan,dan di terpujikan dgn kalimah “Subhana rabbiya-l-a’la wa bi hamdihi”, sehingga dalam kehidupan nyata si manusia apapun pangkatnya dan bagaimanapun tingkat kehormatannya harus senantiasa menjadi perlambang dr peletakkan dahi kpd Allah,dan setiap ucapan dan perbuatan manusia dlm kehormatannya dan pangkatnya atau sejenisnya harus ‘Suci’ krn senantiasa menjadi pengejawantahan dr perlambang kalimah ‘Subhana’ (kesucian),dan harus bisa ‘mengayomi atau mengurusi’ hajat kebutuhan umat,krn sebgai pengejawantahan dr perlambang kalimah ‘Rabbiya’ (kepengurusan atau pemelihara ),dan setiap prilaku manusia dlm apapun pangkatnya harus bernilai manfaat ‘Tinggi dan Terpuji’ dlm kehidupan krn menjadi pengejawantahan dr perlambang kalimah al-‘A’la wa bi hamdih (tinggi dan terpuji) ..

Nah jika si manusia sudah mampu mengejawantahkan perlambang peletakkan ‘Dahi’ dlm sujud ,maka jadilah dia manusia yg memiliki ‘isi dahi’ yg mengejawantahkan perlambang kalimah ‘Subhana rabiya-l-a’la wa bi hamdih’ dan jadilah hasil dr isi dahi tersebut sebagai ‘ahsani taqwim’ (QS.At-Tin :4)

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s